#melayang { position:fixed;_position:absolute;top:25px; left:10px; clip:inherit; _top:expression(document.documentElement.scrollTop+ document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Judulnya

Isi apa aja disini

Judulnya

accunku

Judulnya

Isi apa saja disini

Judulnya

Isi apa saja disini

Rabu, 21 Januari 2009

Pelantikan Presiden OBAMA

Berita santer dimana-mana ga di TV ga di Radio ga di Surat KAbar Ga di internet semua membicarakan pelantikan Obama dan Kebijakan-kebijakan yang akan di ambil. Kayaknya orang-orang berharap perubahan yang akan di jalankan oleh OBama.
ya semoga saja perubahan yang di dambakan akan terwujud dan semoga aja semua akan berjalan lancar........


Minggu, 18 Januari 2009

Kekejaman dan kebiadaban israel

kekejaman dan kebiadaban israe sunguh tak manusiawi. mereka menghancurkan n membunuh rakyat palestina tanpa ampun seolah-olah mereka tak punya hak untuk hidup di bumi mereka. PBB yang katanya dibentuk untuk keamanan di dunia ternyata tak bisa berkutik sedikitpun atas aksi agresi militer israel ke palestina. HAM tidak berkumandang ada apa dengan PBB...??

sudah 23 hari lebih israel menyerang palestina terutama HAMAS tujuan utamanya tetapi mengapa yang diserang adalah rakyat sipil, mana keadilan Amerika sebagai penegak HAM, apakah HAM hanya sebagai kedok dan sebagai tameng bagi Amerika untuk menyembunyikan kejahataya. Kalau tidak sesuai dengan mereka maka akan di hancurkan seperti Irak, katanya ada isu nuklir ternyata tidak ada. rakyat menjadi korban, negara yang mengemborkan HAM ternyata merekalah pelanggar HAM terbesar.
mari seluruh umat islam bersatu untuk menghancurkan zionis israel Allahuakbar.....dengan niat membelah jiwaraga kita lawan terus zionis latnatullah israel
HAMSA kami kami akan selalu mendukung perjuangan mu sampai kapanpun walaupun kami tidak bisa berjuang secara langsung kami akan selalu mendoakan mu dari jauh.

Sabtu, 10 Januari 2009

Mohammad Natsir Diakui Pahlawan Nasional di Malaysia

By Republika Newsroom
Sabtu, 10 Januari 2009 pukul 19:18:00
KUALA LUMPUR -- Pemikiran dan perjuangan Mohammad Natsir tidak saja diakui sebagai pahlawan nasional di Indonesia tapi juga di Malaysia.

Hal itu terlihat dari seminar "Serantau Memperingati 100 tahun Pahlawan Nasional Bapak Mohammad Natsir" yang diadakan oleh LSM Wadah (wadah pencerdasan umat Malaysia) dan Kolej Universiti Islam Antarbangsa Selangor (Kuis), Sabtu.

Seminar itu dihadiri pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, Sekjen PKR (Partai Keadilan Rakyat) Khalid Ibrahim, Sekretaris Petisi 50 Chris Siner Key Timu, dan Laode Kamaludin. Bahkan diperkirakan 1.000 orang hadir pada seminar itu, baik mahasiswa Kuis maupun rakyat Malaysia.

Presiden Wadah Dr Siddiq Fadzil dalam sambutannya mengatakan, Natsir adalah tokoh pemikir pejuang, pemimpin-pendidik yang layak ditempatkan dalam deretan tokoh dunia.

"Sudah cukup lama kita menderita penyakit rendah diri, yang diorang semuanya gemerlap, yang di kita segalanya malap. Sekarang saatnya kita membuka mata menyadari ketinggian nilai khazanah budaya dan kekayaan sejarah kita sendiri," katanya.

"Kita kebanjiran idola tapi kemarau teladan. Mohammad Natsir bisa menjadi teladan di tengah politik saat ini yang sedang maraknya politik caci maki. Natsir memberikan teladan bagaimana politik yang santun," tambah Dr Siddiq.

Sementara itu Anwar Ibrahim yang mengaku sebagai murid Abah Natsir, demikian panggilan akrab tokoh Masyumi itu mengakui banyak berguru kepada Natsir. "Setelah nikah dengan Wan Azizah Wan Ismail, saya bawa langsung ke Abah Natsir untuk minta restu dan bimbingannya," kata Anwar.

Kepada para peserta dengan tegas Anwar mengatakan bahwa saat ini generasi muda Malaysia hanya mengenal Indonesia dari TKI dan lagu "rasa sayange" yang diributkan. Mereka kurang mengenal tokoh pemikir Indonesia seperti Mohammad Natsir dan Buya Hamka.

"Acara ini juga mempunyai tujuan penting untuk meningkatkan hubungan dua negara bertetangga dan serumpun Indonesia-Malaysia," katanya.

Oleh sebab itu, seminar memperingati 100 tahun Mohammad Natsir di kampus Islam Internasional Selangor bertujuan untuk mengangkat kembali tokoh pemikir dan politisi Islam yang dapat menggabungkan pemikiran idealis Islam dan tindakan atau tingkah laku politiknya.

Selain seminar, Wadah dan Kuis meluncurkan buku tentang Mohammad Natsir agar bisa menjadi bahan bacaan generasi muda, yang berjudul "Mohammad Natsir Berdakwah di Jalur Politik Berpolitik di Jalur Dakwah."

Selain itu diadakan MOU kerjasama antara Kuis (kolej universiti Islam Antarbangsa Selangor) dengan Sekolah Tinggi Dakwah Mohammad Natsir. Penandatanganan kerjasama itu dilakukan oleh Rektor Kuis Mohd Adanan Isman dengan Dekan Sekolah Tinggi Dakwah Mohd Natsir, Mohammad Noor.

Anak mohammad Natsir, Asma Faridah Saleh, yang hadir dan memberikan sambutannya sempat terhenti beberapa kali menahan tangis haru karena pemikiran dan perjuangan ayahnya diakui dan diperingati tidak saja di Indonesia tapi juga di Malaysia.

Dubes RI untuk Malaysia Dai Bachtiar mengatakan, bangga ada tokoh, politisi dan pejuang Islam dan kemerdekaan Indonesia yang jasanya diakui di Indonesia dan juga di negara luar seperti Malaysia. "Ini bisa meningkatkan hubungan baik kedua negara bertetangga," katanya. - ant/ah

Rabu, 31 Desember 2008

Pedagang Bangkitkan Islam Kembali di Cina

GUANGZHOU - Islam kembali datang dan menguat di Guangzhou, salah satu kota pusat perdagangan di Cina, sekaligus tempat pertama kali Islam tiba di daratan tersebt seribu tahun lalu oleh para pedagang.

"Pemahaman saya tentang Islam telah meluas dan mendalam kini," ungkap Jin Lei, seorang muslim dari propinsi Shandong, yang baru pindah ke Guangzhou, seperti yang dikutip oleh China Daily, 23 Desember lalu.

"Ketika saya bertemu dengan muslim dari negara-negara berbeda, saya menjadi tahu jika Islam bukan terbatas pada ritual dan masjid, melainkan cara hidup," tambah Jin Lei.

Guangzhou kini menjadi rumah bagi empat masjid termasuk Majid Huaisheng yang terkenal. Masjid Huaisheng didirikan oleh salah satu paman sekaligus sahabat dekat Rasul Muhammad, Sa'ad bin Abi Waqqas.

Kota juga memiliki sebuah makam yang diyakini makam Sa'ad bin Abi Waqqas. Kini kota itu kembali menjadi pusat tujuan pedagang muslim. Seperti pedagang yang mengenalkan Islam pertama kali ke Cina, mereka kini dihargai karena membangkitkan kembali Guangzhou.

"Situasi sosial komunitas muslim saat ini di Guangzhou, mirip dengan jaman Dinasti Tang," ujar Ma Qiang, asisten profesor studi etnologi dan keagamaan di Universitas Normal Shaanxi.

"Kedua komunitas berbeda tak jauh dengan kondisi saat China pertama kali membuka diri dan memiliki perekonomian makmur," imbuh Ma, seorang cendekia muslim yang menulis komunitas muslim Guangzhou sebagai tema desertasi doktoralnya.

Kota itu sejak lama terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan internasional yang menarik pedagang muslim dari Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara selama bertahun-tahun.

"Saya pertama kali datang ke Cina pada 1999. Saya jatuh cinta dengan kota ini dan sejak itu hampir sebagain besar waktu tinggal di sini," aku Mohamed Ali Algerwi, pengusaha Yaman berusia 39 tahun.

"Ia telah mendirikan perusahaan swasta pribadi di Guangzhou dan kini mengekspor aksesoris mobil, keramik, ban, aksesoris kendaraan, dan kosmetik ke negara-negara Arab.

Sementara Abdul Bagi Al-Atwani, 38 tahun juga pengusaha Yaman, mengaku datang pertama kali ke Cina 15 tahun lalu sebagai pelajar. Ia pindah ke Guangzhou pada 1999 dan kemudian memulai bisnsi perdagangan antara Cina dan negara-negara Arab.

"Saya suka Guangzhou. Ini tempat yang baik untuk berbisnis dan tinggal," tutur Al Atwani seraya mengaku memiliki restoran dalam bahasa Cina yang fasih.

Banyak toko di pusat perbelanjaan Guangzhou, meyajikan barang-barang untuk melayani pedagan muslim luar, menyediakan mereka barang-barang Islami, kebutuhan sehari-hari seperti pakaian Arab dan Afrika, bahkan Al Qur'an elektronik.

Tanpa pendatang muslim luar, banyak dari kita menjadi penganggguran," ungkap Fang Qinghaou, pemilik toko di Pusat Komersial Internasional Honghui. "Ketika waktu sholat tiba, mereka kadang sholat di toko saya. Saya bantu menyediakan lembaran papan, atau kertas untuk mereka bersujud," kata Fang

"Saya paham jika mereka memiliki keyakinannya sendiri, namun kita tidak membicarakannya. Kami hanya berbicara bisnis," ujar Fang lagi.

Islam di Guangzhou sendiri sempat menurun pada abad ke-20, dan sensus nasional tahun 2000 lalu mencatat, muslim di wilayah kota itu hanya 9.838, orang. Lalu setelah itu tidak ada laporan lagi.

Kini menurut Asosiasi Islami Guangzhou, jumlah muslim tinggal di kota itu meningkat sekitar 50 ribu hingga 60 ribu orang. Wang Wenji, wakil presiden organisasi tersebut mengatakan lebih dari 10 ribu jamaah melakukan sholat Jumat di empat masjid kota.

Kapasitas masjid yang tak mampu menampung keseluruhan jamaah, seringkali membuat warga muslim sholat di trotoar depan sekitar masjid. "Pertama kali penduduk lokal bingung melihat para jamaah. Namun kini mereka telah terbiasa dengan pemandangan itu," ujar Bai Lin, imam Masid Xiaodongying.

"Penduduk di Guangzhou sangat berpikiran terbuka," kata Bai lagi.

Sehingga tidak heran bila di kota itu banyak pula ditemukan restoran halal, terutama di area konsentrasi muslim, yang menawarkan masakan Arab, Cina, Afrika, dan Thailand./it
republika 1 januari 2009

Suara Muslim Mengudara di Washington DC

WASHINGTON, D.C. — Menyadari pentingnya media sebagai ujung tombak, pemimpin muslim di Amerika Serikat (AS) baru-baru ini meluncurkan siaran langsung bincang-bincang dari Washington. Tujuan acara tak lain untuk memberi presepsi akurat tentang komunitas muslim di sana.

"Kami satu-satunya suara muslim di sebuah radio populer--New World Radio WUST 1120 AM--di ibu kota negara," ujar Mahdi Bray penyiar radio program tersebut seperti yang dikutip oleh IslamOnline.

Dalam siaran 30 menit berjudul "The Crescent Report", Bray menggagas menarget 1,5 juta pendengar di kawasan Washington. Acara yang dimulai pukul 11.30 hingga 12.00 siang itu bertujuan memaparkan keyakinan islam secara akurat kepada pendengar Amerika.

"Misi untuk menyiarkan acara itu ialah menyajikan suara otentik komunitas muslim di AS dan mempresentasikan presepsi sebenarnya dihadapan dunia lebih luas," ujar Bray yang juga menjabat direktur Yayasan Kebebasan Masyarakat Muslim Amerika (MAS).

Acara pertama telah mengudara minggu lalu, dipandu oleh Keith Ellison, anggota Konggres muslim pertama di AS. Dalam bincang-bincang, Keith membawakan tema prospek dan tantangan yang dihadapi muslim Amerika--yakni diprediksi berjumlah mendekati 7 juta orang.

"Respon dari pendengar sangat luar biasa," ujar Bray seraya menambahkan jika MAS berencana melebarkan jam siar acara menjadi satu jam setelah empat bulan. "Ini langkah maju menuju media independen muslim," kata Bray.

Ia juga mengatakan acara tersebut terbuka bagi pendengar yang ingin mengutarakan pendapat tentang berbagai isu.

"Berita dan isu-isu terkini, politik, Islam, acara kebudayaan, hak dan tanggung jawab sipil dan keagamaan, ekonomi Islam, dan bahkan topik seperti fesyen bisa menjadi subjek diskusi kami dalam acara tersebut," papar Bray.

Ia menambahkan jika bintang tamu tidak akan dibatasi dari Amerika saja. "Mereka dapat dari mana saja," ungkap Bray.

Acara tersebut kontan saja mendapat dukungan dan simpati dari kalangan muslim di AS, terutama di ibu kota. Ibrahim Abdil-Mu'id Ramey, yang juga menjadi salah satu penyiar pembawa acara mengatakan program radio itu alat efektif untuk meraih perbedaan baik komunitas muslim dan non muslim di Washington DC.

Jameel Hussain, 34 tahun, seorang supir taksi pun mengaku bangga mendengarkan siaran tentang muslim yang dibawakan muslim di jantung Amerika tersebut.

"Sejauh ini yang selalu kita dengar di media-media arus besar, muslim adalah teroris. Namun siaran ini, saya yakin, akan mengubah presepsi muslim sebagai bangsa beradab dan Islam sebagai agama damai," ungkap Jameel.

Tidak bisa dipungkiri, pengaruh tragedi WTC 11 September masih terasa hingga kini. Muslim di AS menjadi sensitif terhadap pengikisan hak-hak sipil, dan meyakini jika Amerika menyerang keyakinan mereka.

Rabi Eric Yoffie, president pergerakan Yahudi terbesar di Amerika pun menyadari itu, dan menuduh AS serta para politisi telah sengaja menghitamkan Islam dan menggambarkan muslim sebagai iblis.

"Acara itu menjadi langkah penanda ke arah yang tepat," ujar Hakeem Khan, seorang penjual toko muslim di kawasan Washington DC. Ia sendiri menginginkan durasi siaran diperpanjang satu jam. " Tanpa gema dan media independent seperti yang mereka gagas, muslim bisa jadi tak pernah dapat tempat dan alasan untuk berada di masyarakat Amerika," kata Hakeem lagi./it

Republika 1 januari 2009

Tahun Baru Masehi

Tak terasa udah tahun 2009 aja, ga terasa kayaknya baru kemaren aq di lahirkan, aq baru lulus dari MA DARUL FALLAH BOGOR. ga terasa sudah 3 tahun lebih ga ketemu sama teman-teman. batapa cepat waktu berlalu...betapa cepat umurku bertambah...ga terasa udah tua juga ya heheheheh......ga ada ya istimewa di tahun baru ini...ga ada yang berkesan di tahun baru ini. ya lalui seperti biasa saja.



Malam tahun baru aq jalan-jalan sama temen kerjaku.ya temen seperjuangan di ungaran...walaupun hanya makan jagung bakar sama secangkir kopu susu tapi tuh dah berkesan. ya kenagan yang sedang di ukir tak mungkin terlupakan begitu saja. tahun baru suasana baru temen baru dan rejeki baru amin....soal masalah percintaan ya masih yang lama lah masa mau baru juga heheheh :-p, ya semoga di tahun baru ini semuanya serba baru semangat baru suasana baru,dan hati baru pikiran baru rejeki baru dan serba baru di kehidupanku ini amin.......

Ya Allah satu pintaku ridhoilah semua yang ku lakukan selama ini n yang akan datang. hamba hidup di dunia ini hanya untuk mencari ridho-Mu ya Allah....

Jangan cuma bisa mengkritik coba kasih solusi

Jangan Hanya BIsa Mengkritik Coba Kasih Solusi

Kebanyakan para pembicara sekarang sengat senag mengkritik, coba jangan hanya bisa megkritik coba kasih solusi orang bisa banyak bicara tapi kenyatanya di lapangan sangat berbeda dengan yang kita inginkan.

rakyat saat ini perlu tindakan nyata bukan habya bualan-bualan semata untuk myenagkan hati rakyat. jangan karena ambisi kita ingin mendapatkan jabatan kita mentelantarkan rakyat mendingak kita bekerja sama jangan saling menjatuhkan itu lebih baik dari pada kita membuat tak ada gunanya dan hanya mentelantarkan rakyat yang sudah cukup sengsara saat ini

Gooooo tindakan nyata jangan asal ngaomong doank



Template by :